Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

BERDAMAI

Kamis, 6 Oktober 2022

Matius 5 : 23 – 24
Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Orang yang paling berpotensi untuk menyakiti kita adalah orang terdekat kita/orang yang kita kasihi. Karena kita punya ekspektasi bahwa orang terdekat/orang yang kita kasihi pasti mengerti kita. Sehingga kata/perlakuan yang sama diucapkan/dilakukan oleh orang terdekat dan diucapkan/dilakukan oleh orang yang tidak kita kenal, dampaknya akan berbeda. Jika diucapkan/dilakukan orang tak dikenal rasanya biasanya saja, tapi kalau diucapkan/dilakukan oleh orang terdekat kita, rasanya sakit hati kita. Hal ini seringkali menyebabkan perang dingin antar anggota keluarganya. Katanya keluarga kok dia gitu sama saya?

Dalam bacaan hari ini, Tuhan Yesus memerintahkan siapa saja yang merasa ada ganjalan di dalam hati orang lain terhadap dirinya untuk segera meninggalkan persembahannya dan berdamai dengan orang itu. Sesudah itu barulah orang itu boleh kembali meneruskan persembahannya. Apakah ini berarti bahwa kita harus meninggalkan ibadah pada saat kita merasa ada ganjalan dengan orang lain? Bukan begitu, bacaan ini pada dasarnya mengajarkan bahwa kesucian hati lebih baik daripada ritual keagamaan. Allah mencari kemurnian hati lebih daripada praktik keagamaan.

Kita memang tidak bisa memaksakan semua orang mau berdamai dengan kita. Namun yang dituntut Tuhan bukan itu. Ia memerintahkan kita untuk pergi berdamai dengan orang itu, masalah bagaimana respon orang itu, adalah urusan dia dengan Tuhan. Jadi, berdamailah! Amin.

Selamat beraktivitas.
Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan