BERCAHAYA DI TENGAH KEGELAPAN
Yesaya 56:3
“Janganlah orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN berkata: “Sudah tentu TUHAN hendak memisahkan aku dari pada umat-Nya”; dan janganlah orang kebiri berkata: “Sesungguhnya, aku ini pohon yang kering”.”
Dikisahkan seorang buta yang berjalan pada tengah malam hari sambil memegang tongkat di tangan kanan dan lentera di tangan kirinya. Orang banyak menertawakan seorang buta ini ketika melihat apa yang dilakukan olehnya. Dan salah seorang berkata : “Hai buta, kamu sudah gila ya? Untuk apa kamu berjalan di tengah kegelapan malam sambil membawa lentera? Kamu kan tidak bisa melihat, untuk apa lentera itu?” Seorang buta tadi lalu tersenyum dan menjawab : “Aku memang buta, tapi kamu pasti bisa melihat aku yang sedang berjalan di tengah kegelapan ini sambil membawa lentera. Sehingga kamu tidak tersandung batu dan tidak akan menabrak aku”.
Dari kisah ini memperlihatkan bahwa kebaikan yang kita lakukan sekecil apapun itu, tidak hanya bermanfaat bagi diri kita sendiri tetapi juga bagi orang lain.
Seperti TUHAN memberkati bangsa Yehuda supaya mereka menjadi berkat bagi bangsa lain. Mereka harus “bercahaya di tengah kegelapan”, supaya melalui kehidupan mereka, bangsa-bangsa yang tidak mengenal TUHAN akan tunduk sujud menyembah Dia. Mereka tidak boleh beranggapan bahwa yang berhak menerima anugerah keselamatan hanyalah mereka.
Kita saat ini dihadirkan TUHAN sebagai bukti karya-Nya. Keselamatan yang TUHAN anugerahkan telah menjangkau kedalaman hati kita, supaya hati kita terpancar terang keselamatan yang boleh menjadi berkat bagi orang lain.
Oleh karena itu mari kita mewujudkan kehidupan yang bercahaya ditengah kegelapan, menyaksikan kebaikan TUHAN yang kita jumpai setiap hari. Tuhan Yesus memberkati, Amin.





