BERCAHAYA
Kamis, 15 September 2022
Matius 5 : 16
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan
orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan
memuliakan Bapamu yang di sorga.
Ketika mati listrik dan ruangan menjadi gelap, dengan segera kita mencari lilin dan menyalakannya. Cahaya lilin memang tidak seberapa terang, redup, remang-remang. Tapi di tengah kegelapan, cahaya yang remang-remang ini mampu memberikan rasa tenang karena menolong kita melihat keadaan sekitar.
Cahaya lilin dapat digunakan untuk mengibaratkan kebaikan yang kita lakukan. Senyum misalnya, ketika hati kita sedang sedih lalu kita melihat orang lain tersenyum tulus kepada kita, rasanya ada sesuatu yang mendamaikan dan membuat kita tenang. Senyum adalah tindakan sederhana. Mungkin memang kebaikan kita tidak seberapa, tetapi yang tidak seberapa ini terkadang dapat menjadi seperti lilin yang memberikan rasa tenang dalam kegelapan.
*hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga*. Demikianlah yang dikehendaki Allah dalam hidup kita. Cahaya kita terpancar ketika kita berbuat baik. Jadi, tetaplah berbuat baik sekecil apapun itu. Tetaplah bercahaya agar dunia penuh terang kebaikan.
Amin.
Selamat beraktivitas
Tuhan memberkati





