Berbahagialah
Selasa,21 Juli 2020
Matius 5: 1-12
Pernahkah kita menghitung berapa jumlah kata berbahagialah dalam bacaan Ucapan Bahagia? Jika belum, coba saat ini kita kembali menyimak bacaan dan mulai menghitungnya… Ternyata dalam satu perikop bacaan terdapat sembilan kata berbahagialah. Dan yang lebih menarik adalah ternyata alasan untuk berbahagia itu bukanlah karena hilangnya semua penderitaan. Bukan itu.
Mari perhatikan beberapa alasan kebahagiaan itu! Alasan kebahagiaan orang yang miskin di hadapan Allah bukanlah karena dia menjadi kaya, tetapi karena merekalah pemilik Kerajaan Surga. Sejatinya orang yang miskin di hadapan Allah adalah orang yang menggantungkan harapnya hanya kepada Tuhan.
Alasan kebahagiaan orang yang berdukacita bukanlah karena hilangnya dukacita diganti sukacita, tetapi karena dia akan dihibur. Suasana duka itu tidak hilang sama sekali, namun penghiburanlah yang terpenting. Mana yang akan kita pilih: bersukacita tanpa teman atau dalam keadaan duka tetapi merasakan penghiburan dari seorang teman?
Alasan kebahagiaan orang yang membawa damai bukanlah ketiadaan tantangan dari dunia yang keras, tetapi karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Aniaya dan celaan tetap ada, tidak hilang sama sekali, tetapi mereka bisa berbahagia sebab para nabi juga demikian nasibnya.
Dalam Matius 5, yang menyebut berbahagia bukanlah sembarang orang, tetapi Yesus sendiri: Allah yang menjadi manusia! Dia sendiri pernah merasakan semua hal itu: miskin, dukacita, lapar dan haus, aniaya, cela, dan Dia tetap setia menjalankan misi-Nya. Kita tetap bisa bahagia walau tidak lepas dari pergumulan hidup.
Berbahagialah!
Tetap jaga kesehatan jiwa dan raga
Tuhan memberkati





