BERBAGI DENGAN HATI
Selasa, 22 Agustus 2023
1 Raja-raja 17:11-13
Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: “Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti.” Perempuan itu menjawab: “Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.” Tetapi Elia berkata kepadanya: “Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
Ketika kita sedang berlebih, berbagi akan terasa mudah untuk kita lakukan. Kebalikannya, ketika kita sedang pas-pasan atau bahkan kekurangan, berbagi berubah menjadi hal yang sulit untuk kita lakukan. Demikian keadaan yang sedang dialami di Sarfat. Hujan tidak turun dan sungai-sungai kering. Tuhan memerintahkan Elia ke Sarfat dan menjanjikan akan ada seorang janda yang akan memberinya makan. Namun ketika mereka bertemu, janda itu hanya mempunyai segenggam tepung dan sedikit minyak untuk ia dan anaknya. Itu adalah bahan makanan terakhir yang ia miliki. Bahkan untuk mereka berdua saja bahan itu terlalu sedikit, tidak cukup untuk bertahan hidup.
Elia meminta kepada janda itu untuk dibuatkan roti terlebih dulu baginya dan Allah menjanjikan bahwa tepung itu tidak akan habis dan minyak itu tidak akan berkurang. Hati janda itu benar-benar diuji untuk berbagi. Ketika ia akhirnya membuatkan Elia roti dari bahan terakhir yang ia miliki, Tuhan membukakan jalan berkat baginya. Dengan berbagi, ia justru mendapatkan kecukupan.
Janda Sarfat ini mengajarkan kepada kita untuk berbagi dengan hati. Bermodalkan janji Tuhan ia berani berbagi di tengah kekurangannya. Kesulitan yang dialaminya tidak membuatnya menjadi manusia yang egois. Mampukah kita seperti janda Sarfat yang tetap memiliki hati untuk berbagi walaupun kita sendiri sedang merasakan kesulitan? Percayalah, kesempatan untuk berbagi justru dapat menjadi cara Tuhan untuk menunjukkan jalan berkat bagi kita. Amin.
Tuhan memberkati





