Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu

Berapa Lama Lagi?

Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Pertanyaan Daud ini mungkin saat ini juga menghiasi kehidupan kita. Akan tetapi Daud tetap berpengharapan di dalam Tuhan. Dia percaya Tuhan menolong dan menopang. Daud percaya kasih setia dan kebaikan Tuhan ada dalam hidupnya walau dalam penderitaan. Karena itu Daud tetap bernyanyi untuk Tuhan.

Memperhatikan perkembangan keadaan saat ini, di DIY dua hari ini angka penambahan kasus positif mencapai angka 20 lebih. Berapa lama lagi, Tuhan? Sampai kapan, Tuhan? Dan beberapa pertanyaan dan harapan melintas dalam diri kita. Mazmur 13 mengajarkan bahwa yang lebih penting bukan berapa lama, bukan pula sampai kapan kita menanti, tetapi bagaimana kita tetap berpengharapan di dalam Tuhan. Tetap percaya dan memuji Tuhan karena kebaikan Tuhan tidak meninggalkan kita.

Berpengharapan dan percaya kepada Tuhan menumbuhkan rasa syukur dan tetap bersorak-sorai memuji Tuhan. Jangan sampai kekuatiran dan kesedihan hati yang kita alami saat ini membuat kita putus asa dan kehilangan pengharapan. Ingat dan rasakan bahwa hembusan nafas yang masih bisa kita hirup saat adalah salah satu bentuk kebaikan Tuhan bagi kita. Kita masih dimampukan untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan ini, inipun sebagai salah satu bentuk kasih setiaNya dalam menguatkan kita. Tetaplah berpengharapan di dalam Tuhan.

Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.

Semangat pagi
Tetap jaga kesehatan jiwa dan raga
Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan