Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

BELAJAR MENGATAKAN YA ATAU TIDAK

Matius 5 : 37

“Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan tidak.”

Para negosiator yang baik memahami bahwa bicara terlalu banyak adalah tanda ketidakamanan dan kelemahan. Terkadang kata yang paling ampuh dalam bahasa apapun adalah sesederhana ya atau tidak tanpa penjelasan atau alasan lebih lanjut. Sebagian besar keputusan pada akhirnya sampai pada titik itu dan kita harus mampu menjawab 3 pertanyaan ini:

1. Apakah keputusan ini dibuat oleh diri saya sendiri? Jika saudara-saudara adalah salah satu pengambil keputusan akhir, jangan ragu dan jangan bimbang untuk membuat keputusan tersebut. Karena ketika kita melibatkan Tuhan di dalam setiap keputusan kita maka hikmat yang telah diberikan oleh Allah akan menjadi baik dan sempurna.

2. Apa yang terjadi jikalau kita menunda keputusan? Dalam kebanyakan kasus, keadaan akan menjadi lebih baik atau lebih buruk bagi satu atau lebih orang. Jadi kita harus mempertimbangkan keputusan kita dengan hati-hati dan menyadari bahwa setiap keputusan kita datang melalui Roh Kudus yang selalu membimbing kita ke jalan yang benar.

3. Apakah setiap keputusan kita berpegang kepada hal moral dan rohani? Jika kita kemudian membuat keputusan demi popularitas dan keuntungan pribadi, maka hasilnya belum tentu memuaskan. Tetapi ketika kita membuat sebuah keputusan berdasarkan pada nilai-nilai kebenaran, maka hasil daripada keputusan itu akan menjadi semakin bertumbuh dan berbuah di dalam Kristus.

Tinggalkan Balasan