BAIK DAN SEDAP DI DENGAR
1 Timotius 4:12
“Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”
Tentu saudara pernah mendengar peribahasa ‘mulutmu adalah harimau-mu’, yang berarti bahwa perkataan bisa menjadi “senjata tajam” sehingga dapat menyinggung bahkan menyakiti orang lain jika tidak dijaga. Maka harusnya setiap kita mampu menjaga mulut kita supaya dapat berkata-kata dengan baik.
Sebagai orang percaya, kita memang dituntut untuk menjadi teladan atau saksi, salah satunya melalui ucapan yang keluar dari mulut kita. Mengeluarkan perkataan yang baik dan sedap didengar adalah sesuai dengan firman Tuhan, membangun, dan mendatangkan kebaikan bagi orang lain; berkomitmen untuk menjadi anak-anak Tuhan yang mampu menguasai lidah sehingga setiap perkataan kita sesuai firman Tuhan, membangun, dan mendatangkan kebaikan bagi orang lain. Tidak suka mengumpat, memaki-maki orang lain, berkata-kata kasar, berbicara jorok, bergosip, atau bahkan menyebarkan berita bohong.
Di dalam suratnya kepada Timotius, anak rohaninya, rasul Paulus juga mengingatkan hal yang sama. Ia menasehati Timotius agar dapat menjadi teladan bagi orang-orang percaya yang dilayaninya, termasuk teladan dalam perkataan: “Jadilah teladan bagi orang-orang percaya dalam perkataanmu…” Teladan yang berarti: model, gambar, ideal, atau pola.
Lalu, bagaimana dengan diri kita selama ini? Sudahkah kita menjadi teladan dalam perkataan kita? Disaat kita berelasi dengan orang lain sudahkah perkataan kita mendatangkan berkat dan sukacita? Sudahkah perkataan kita baik dan sedap di dengar? Mari menjadi teladan melalui setiap perkataan kita, sehingga nama Tuhan pun dipermuliakan. Tuhan Yesus Memberkati. Amin.





