Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Apakah Kamu Bahagia?

Lukas 11:27-28

“Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau.” Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.”

Bagaimana suasana hati saudara saat ini? Apakah bahagia? Mungkin ada dari saudara yang menjawab: “Saat ini saya sedang tidak bahagia”. Tetapi mungkin juga ada dari saudara yang mengatakan : “Ya, saya sedang merasakan bahagia”. 

Tetapi jika kita ditanya lebih lanjut, “Mengapa saudara berbahagia?”, mungkin banyak dari antara kita yang mulai berpikir, “Iya ya, mengapa saya bisa berbahagia? Apa alasan saya berbahagia?” 

Pada bacaan kita, ketika Tuhan Yesus memulai pelayananNya sekitar 2.000 tahun yang lalu, pada suatu kesempatan, tiba-tiba berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak kepada Yesus, “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau”. Dan jawaban Yesus kepada perempuan tersebut, yaitu, “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya” (ayat 28). Dari dua ayat pendek di atas, kita pun dapat melihat bahwa ada perbedaan sudut pandang antara perempuan tersebut dengan Tuhan Yesus. Perempuan tersebut melihat dari sudut pandang manusia. Kebahagiaan dilihat dari keluarga tempat kita dilahirkan dan dibesarkan, apakah anak kita menjadi anak yang sukses, berapa harta yang kita miliki, dan sebagainya. Dalam hal ini, perempuan tersebut melihat Maria ibu Yesus sebagai orang yang sukses, karena anaknya, Yesus, kini menjadi orang paling terkenal di Israel pada waktu itu. Mungkin perempuan itu membandingkan dirinya dengan Maria ibu Yesus dan dalam hatinya berkata, “Ah andaikata aku seperti Maria yang bisa punya anak sesukses Yesus”. 

Akan tetapi Yesus mengetahui isi hati perempuan tersebut, sehingga Yesus menjawab “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya”. Ucapan Yesus ini karena Yesus melihat segala sesuatunya dari sudut pandang surgawi. Dan tidak ada kebahagiaan yang lebih besar di dunia ini ketimbang mereka yang tahu bahwa mereka telah mendapatkan keselamatan kekal. 

Kebahagiaan sejati tidak ditentukan oleh berapa banyak harta yang kita miliki, tetapi lebih ditentukan oleh siapa yang ada bersama dengan kita. Jika Tuhan sendiri yang bersama kita, bagaimanapun perjalanan hidup kita, mau kita melewati padang rumput yang hijau, atau melewati lembah kekelaman sekalipun, kita akan tetap bahagia, karena kita tahu bahwa Tuhan bersama dengan kita. 

Maka, berbahagialah setiap mereka yang mendengar dan memelihara firmanNya karena Tuhan senantiasa beserta dengan kita. Amin.

Tinggalkan Balasan