Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

ANTUSIAS BERIBADAH

MAZMUR 100:2-3

“Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.”

Dikisahkan sepasang suami istri yang sangat antusias menyiapkan dan mengantar anak mereka di hari pertama masuk sekolah. Mereka sangat antusias mempersiapkan diri. Karena mereka tahu bahwa putera mereka sangat menantikan momen tersebut, sehingga mereka ingin mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Suami  rela izin untuk terlambat tiba di kantor. Segala keperluan sekolah sudah mereka persiapkan. Ketika harinya tiba, mereka bangun lebih awal dari biasanya, berangkat lebih pagi demi menghindari kemacetan supaya putera mereka tidak terlambat tiba di sekolah. 

Dari pengalaman tersebut, kita mencoba melihat dan merefleksikan tentang beribadah. Di tengah budaya jam karet, tantangan bagi kita saat beribadah adalah datang tepat waktu.

Sebetulnya jika kita memiliki antusiasme terhadap sesuatu, maka kita pun pasti akan sangat bersemangat dan rela berkorban apapun, berupaya mempersiapkan diri sebaik-baiknya, termasuk untuk tidak datang terlambat. Kenyataan ini membuat kita bertanya: Bagaimana kita mempersiapkan diri kita untuk menghadiri Ibadah? Apakah kita masih memiliki antusiasme yang begitu besar untuk bersekutu dengan Tuhan? 

Pemazmur mengingatkan kita untuk memelihara antusiasme beribadah. Saat beribadah, kita diajak untuk bersukacita alias antusias karena kita bukan sekadar beracara dengan manusia biasa, melainkan dengan Tuhan, pribadi yang layak menerima segala hormat dan sembah kita. Kita akan memuji, menyembah dan mendengarkan Tuhan, yang hanya kepada-Nya hidup kita bergantung. 

Sekali lagi, antusiasme dalam beribadah berkaitan dengan persiapan yang kita lakukan untuk menghadirinya. Tentu saja hal ini menunjukkan bagaimana pandangan kita terhadap ibadah itu sendiri, dan Tuhan. Seberapa penting Tuhan dan sesama yang kita jumpai bagi hidup kita. Marilah kita datang beribadah kepada-Nya dengan penuh kerinduan dan sukacita. Marilah kita mempersiapkan diri kita sebaik-baiknya, termasuk untuk tidak terlambat datang kebaktian. Tuhan kiranya menolong dan memampukan kita. Amin.

Tinggalkan Balasan