Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

ANGIN RIBUT DIREDAKAN

Selasa, 20 Februari 2024
Matius 8 : 24 – 26
Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

Kuasa Tuhan Yesus sungguh luar biasa, bahkan angin dan danaupun tunduk padaNya. Peristiwa angin ribut diredakan sudah melekat dalam ingatan kita. Seringkali ketika kita dalam pergumulan yang berat, kita mengibaratkan diri kita sedang dilanda angin ribut. Lalu kita berdoa, memohon pertolongan Tuhan supaya angin ribut/pergumulan kita diredakan dan perahu hidup kita tidak tenggelam.

Terkadang setelah berdoa kita kecewa karena pergumulan kita tidak berubah, situasinya tetap sulit. Katanya Tuhan meredakan angin ribut tetapi mengapa pergumulanku tidak kunjung usai? Pertanyaan itu sering muncul dan memenuhi pikiran kita. Ya, Tuhan memang Maha Kuasa. Ia berkuasa atas langit dan bumi. Ia bisa dengan mudah meredakan pergumulan kita, tapi terkadang Ia ingin membuat kita lebih kuat dan bijak melalui pergumulan kita, sehingga yang diredakan bukan pergumulan kita, tetapi angin ribut yang ada di hati kita. Badai membuat nahkoda semakin bijak dan kuat. Begitulah hidup kita. Terkadang pergumulannya tetap sama, tapi ia meredakan pikiran dan hati sehingga kita semakin bijak berfikir, bijak menyikapi dan akhirnya berhasil menghadapi badai pergumulan.

Percayalah : Tuhan sanggup meredakan angin ribut dalam hidup kita. Mungkin yang diredakan bukan masalah kita, tetapi badai hati dan pikiran kita. Percayalah. Amin

Tuhan memberkati

Tinggalkan Balasan