AJA NGAMPANGKE, TOBAT/KUMAT?
HOSEA 6:6
“Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran”
Manusia seringkali memiliki dalih-dalih (alasan pembenaran) bahwa dirinya tidak melakukan kesalahan. Atau sebaliknya sering berbuat kesalahan namun selalu yakin Tuhan maha pengampun. Namun, Allah tahu benar apa yang terjadi!
Melalui nabi Hosea, Allah menyatakan dengan jelas bahwa Ia menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.
Memang sebenarnya apa itu korban sembelihan dan korban bakaran? Bangsa Israel pada waktu itu memang melakukan tradisi korban sembelihan dan bakaran. Fungsinya sangat penting dalam ritual keagamaan, yaitu sebagai korban penebusan dosa. Namun tak jarang dalam prakteknya, banyak orang-orang yang jadi “ _nggampangke_ ”. Misal: Ya sudahlah berbuat dosa, nanti tinggal memberi korban sembelihan dan bakaran, begitu dan seterusnya. Pertobatan yang seharusnya didasarkan pada perubahan hidup, menjadi sesuatu yang seringkali dilakukan secara berulang dan kesalahan dianggap sebagai hal wajar (tidak ada manusia yang tidak berbuat dosa). Allah dengan jelas menyukai kasih setia dan pengenalan akan Allah, jika seseorang dapat setia dan memiliki pengenalan akan Allah, maka akan menjaga hidupnya _(ora nggampangke)_ .
Saat ini kita diberi kesempatan untuk menilik kembali kehidupan kita, jangan sampai kita memandang kesalahan sebagai hal biasa, sehingga kita tidak mengelola/mengolah diri melakukan tiap hal dengan lebih berhati-hati dan sebaik mungkin. Terlebih, *hendaklah kita memiliki kasih setia dan pengenalan akan Tuhan baik melalui doa, membaca Alkitab maupun mengucap syukur dalam segala hal.*
Gust mberkahi





