19 Juli 2020 – Setia Beriman di Tengah Tantangan dan Penderitaan

Info Ibadah

Tanggal Ibadah 19 Juli 2020
Pelayan Firman Pdt. Hesty Murwasari
Bahasa Pengantar Bahasa Indonesia

Deskripsi:

Di tengah pemberlakuan protokol kesehatan sejak beberapa bulan yang lalu, mau tidak mau kita dituntut untuk membiasakan diri melakukan berbagai aktivitas secara daring (online), mulai dari belajar, bekerja, beribadah seperti yang saat ini kita lakukan, sampai berbelanja kita lakukan secara daring. Yang awalnya tidak tahu-menahu tentang daring, saat ini kita mulai akrab dan terbiasa. Di tengah tuntutan ini, kita juga dituntut untuk lebih kreatif dalam beraktivitas. Memutar otak, mencari ide agar kegiatan dapat terlaksana dengan baik, walau tidak bertemu langsung.

Salah satunya yang ramai dilakukan adalah berbelanja secara daring. Berbagai macam barang ada bisa kita temukan di internet. Ada kemudahan yang kita terima tetapi juga ada tantangan yang kita hadapi. Terkadang kita tidak tahu apakah barang yang kita beli benar-benar asli atau palsu. Jika tidak teliti dalam memilih, bisa saja kita tertipu dengan barang yang terlihat seperti asli, tapi sebenarnya palsu. Memang tidak mudah untuk membedakan barang asli dan palsu, karena terkadang keduanya sangat mirip.

Situasi di atas mirip dengan perumpamaan tentang lalang dan gandum dalam bagian pertama bacaan kita hari ini. Gandum dan lalang sangat mirip dan sukar dibedakan. Kedua tanaman ini baru bisa dibedakan ketika sudah mulai berbulir-bulir karena bulirnya sangat berbeda. Selain itu akar-akar mereka juga berkaitan. Jadi jika lalang dicabut kemungkinan besar gandumpun ikut tercabut. Oleh karena itu sang tuan memerintahkan kepada para hamba untuk menunggu hingga waktu tuai sehingga mereka benar-benar dapat membedakan antara bulir gandum dan lalang. Namun tantangannya adalah ada waktu yang harus ditunggu dari tumbuh hingga siap untuk dituai. Dan di masa-masa itu gandum harus tetap berjuang untuk tetap tumbuh walau dikelilingi oleh lalang.

Di bagian kedua, Tuhan Yesus menjelaskan maksud perumpaan lalang dan gandum. Sang Penabur adalah Anak Manusia; ladang adalah dunia; benih yang baik (gandum) adalah anak-anak Kerajaan; lalang adalah anak-anak si jahat; musuh yang menabur adalah iblis; masa tuai adalah akhir jaman; para penuai adalah malaikat. Pada akhir zaman lalang akan dipisahkan dari gandum dan lalang akan dibakar. Tuhan Yesus sendiri yang akan memisahkan gandum dari lalang, kebaikan dari kejahatan. Namun dalam masa penantian sampai masa tuai, kita umat Tuhan (gandum) harus berjuang untuk tetap setia dan tumbuh dalam kebenaran Tuhan. Di samping itu iblispun tidak tinggal diam, ia juga menabur benih-benih kejahatan yang akan menghalangi pertumbuhan kita. Kita dibuat bingung mana yang benar dan mana yang tidak benar, karena sering kali terlihat mirip. Tantangan dan penderitaan iman ini menguji dan menempa agar kita semakin matang dan berkenan bagi Tuhan, tangguh hingga saat panen tiba.

Apa yang harus kita lakukan agar kita dapat menjadi gandum yang tetap bertumbuh bahkan berbuah di tengah banyaknya lalang di sekitar kita? Sebagai orang percaya kita harus yakin bahwa Allah beserta dengan kita, memberikan perlindungan dan kekuatan. Ingat selalu tentang pengharapan yang Tuhan janjikan bahwa orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa (ay. 43).

Tantangan untuk tetap setia beriman semakin besar di tengah situasi pandemi seperti saat ini. Seperti halnya barang asli dan palsu, gandum dan lalang, sering kali kita diperhadapkan pada situasi yang tidak mudah untuk menilai mana yang baik dan mana yang jahat, mana orang yang benar-benar baik dan tidak, mana yang jujur dan tidak, mana yang tulus dan tidak. Namun bukan berarti beratnya tantangan ini menjadi kambing hitam agar kita menyerah pada keadaan dan kalah oleh lalang. Tetaplah setia untuk jujur, tulus, dan perbuatan kebenaran lainnya, karena ada penyertaan Tuhan yang menuntun dan menolong kita. Percayalah: Tuhan yang menabur kita di dunia tidak kabur dari hidup kita, Tuhan yang mengutus kita, Tuhan pulalah yang mengurus. Bersabar dan setialah!
Amin.