Selasa, 13 Oktober 2026
Lukas 9 : 48
_dan berkata kepada mereka: “Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.”_
*Yang Terbesar di Mata Tuhan*
Sejarah mencatat banyak peperangan yang timbul karena menganggap diri sendiri lebih hebat daripada orang lain. Merasa diri sendiri lebih hebat, besar dan berkuasa seringkali membuat orang menghalalkan bebagai cara.
Salah satunya adalah kisah Ken Arok dengan keris Empu Gandring yang membawa banyak korban. Ken Arok merasa dirinya lebih hebat dari Tunggul Ametung. Selain karena ingin merebut Ken Dedes, ia merasa dirinya lebih layak menjadi Penguasa Kerajaan Tumapel daripada Tunggul Ametung. Begitu juga dengan kisah Haryo Penangsang yang tewas oleh Danang Sutawijaya juga karena perebutan kekuasaan dan egois.
Manusia yang merasa dirinya lebih hebat daripada orang lain seringkali menjadi lupa dengan keluarga, kawan dan sesamanya. Antar saudara menjadi bermusuhan hanya karena menganggap diri lebih hebat.
Perikop kita hari ini memperlihatkan bagaimana Tuhan Yesus yang mengingatkan murid-muridNya ketika mereka bertengkar tentang siapa yang terbesar di antara mereka. Yang terbesar adalah mereka yang rela merendahkan diri dan menjadi pelayan bagi semuanya. Sikap kerendahan hati dan mau menjadi yang terkecil itulah yang menjadi tolok ukur kebesaran seseorang.
Firman Tuhan mengajak kita untuk menjadi yang terbesar di mata Tuhan. Di mata Tuhan, yang terbesar bukanlah yang paling tinggi dan hebat, melainkan seseorang yang tulus melayani. Itu berarti, kita diajak untuk menjadi agen-agen kasih yang bersedia untuk melayani tanpa menginginkan pengakuan.
Terlebih lagi di bulan keluarga ini, kita bisa belajar menjadi keluarga yang mau melayani, membantu dan menjadi berkat di rumah. Ada beberapa tindakan sederhana dalam keluarga yang bisa kita lakukan; membantu pekerjaan rumah, menyiapkan makanan, merapikan barang, atau menyediakan waktu untuk berkumpul bersama keluarga. Mari kita menjadi besar di mata Tuhan melalui sikap hidup yang mau untuk melayani.
Tuhan Yesus memberkati, amin.
Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua
0 Komentar
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar.