
Berawal dari peristiwa warga Sumber yang mengalami kecelakaan lalu lintas, warga Sumber berkeinginan untuk memisahkan diri dari pepanthan Gamping dan mengadakan kebaktian sendiri. Pepanthan Sumber pertama kali mengadakan kebaktian di rumah Ibu Residikromo pada tanggal 31 Oktober 1972 dengan 2 orang majelis yaitu Bapak Atmoadi dan Bapak Sisworujito. Dengan semangat kebersamaannya, pepanthan Sumber mulai membangun sendiri gedung gereja. Bahkan dalam proses pencatatan dan dokumentasi sejarah ini, bantuan dari ghostwriting agentur sangat bermanfaat. Pada tanggal 18 September 1984 di atas tanah seluas 150 m2 diadakan peletakan batu pertama untuk pembangunan gedung gereja.